Ini Konsep Merdeka Belajar Menurut Ki Hajar Dewantara - Yusep Kurniawan

Breaking

Monday, March 6, 2023

Ini Konsep Merdeka Belajar Menurut Ki Hajar Dewantara



 

Sosok pahlawan pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan adalah serangkaian proses memanusiakan manusia. Buah pemikirannya sudah sangat tersohor hingga ke manca negara. Bahkan ia mendapat julukan sebagai bapak pendidikan.


Konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara didasarkan pada asas kemerdekaan. Asas kemerdekaan menurutnya memiliki arti bahwa manusia diberi kebebasan dari Tuhan yang Maha Esa untuk mengatur kehidupannya. Namun demikian kebebasan yang ia maksud tetap sejalan dengan aturan yang ada di masyarakat. Berkenaan dengan hal tersebut diharapkan anak didik harus memiliki jiwa merdeka dalam artian merdeka secara lahir dan batin. 


Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek), Iwan Syahril pernah menjelaskan dalam liputan media Kompas, Kamis, (12/5/2022) bahwa merdeka belajar berfokus pada asas kemerdekaan dalam menerapkan materi yang esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, kebutuhan, dan karakteristik dari peserta didik. Merdeka Belajar memberikan kebebasan bagi guru dan siswa untuk menerapkan sistem pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga nantinya turut meningkatkan kualitas sistem pendidikan nasional.


Bangsa kita sangat memerlukan manusia dengan jiwa yang merdeka agar tidak didikte oleh bangsa lain. Untuk melahirkan jiwa yang merdeka, Ki Hadjar Dewantara dengan sistem among, melarang adanya hukuman dan paksaan kepada anak didik. Hukuman dan larangan akan mematikan kemerdekaan jiwa dan raganya, serta mematikan potensi dan kreativitasnya.


Dalam pidato Asas-asas 1922, Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa pemakaian metode among dibuat untuk menghindari segala bentuk paksaan dari pendidik ke murid-murid.


“Pemakaian metode among, suatu metode yang tidak menghendaki “paksaan-paksaan”, melainkan memberi “tuntutan” bagi hidup anak-anak agar dapat berkembang dengan subur dan selamat, baik lahir maupun batinnya,” ujar Ki Hajar Dewantara, yang juga menguraikan empat poin-poin lainnya yang dikenal dengan Asas-asas 1922, termasuk perlu adanya demokratisasi dalam pengajaran agar tidak hanya lapisan atas saja yang terpelajar.


Melihat uraian di atas, tentunya sesuai dengan program pendidikan yang diusung Indonesia saat ini, yakni kebijakan Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).


Merdeka Belajar diharapkan dapat memperbaiki proses pembelajaran agar dapat berdampak baik dalam aspek kehidupan. Mulai dari aspek fisik, mental, jasmani dan rohani dalam dunia pendidikan. 


Merdeka belajar menurut Ki Hajar Dewantara juga selaras dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terkait mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa yang dimaksud adalah menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan hidup dan penghidupan masyarakat Indonesia. 


Kemerdekaan merupakan salah satu yang bisa menggambarkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Terdapat satu hal dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara yang harus digaris bawahi, yaitu tentang trisentris pendidikan. Trikonsentris pendidikan, yakni keluarga, perguruan, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang utuh dalam pendidikan.


Berdasarkan buah pemikirannya, Ki Hajar Dewantara sangat berjasa dalam kemajuan pendidikan dan pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi muda harus bisa menghormati dan menghargai jasa dari perjuangan beliau. Lebih penting lagi, bisa meneladani, mempunyai cita-cita, dan semangat untuk belajar dalam membawa Indonesia lebih baik. (YK)



1 comment: