![]() |
| Gambar: Ilustrasi Ai |
Artikel: Menulis berita bukan sekadar memindahkan fakta ke dalam tulisan. Informasi yang benar juga harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Karena itu, ada satu prinsip sederhana yang penting bagi penulis berita: satu ide per kalimat.
Artinya, satu kalimat sebaiknya menyampaikan satu gagasan utama. Jangan memasukkan terlalu banyak informasi dalam satu kalimat.
Kalimat yang terlalu panjang membuat pembaca harus bekerja lebih keras untuk memahami maksud berita. Sebaliknya, kalimat yang pendek membuat informasi lebih cepat ditangkap.
Satu Kalimat, Satu Gagasan
Perhatikan contoh berikut:
Polisi menangkap seorang pencuri di Pasar Banjarnegara pada Senin pagi yang diduga telah melakukan pencurian di beberapa toko dan menurut polisi pelaku sudah lama menjadi buronan.
Kalimat tersebut memuat terlalu banyak informasi. Ada penangkapan, lokasi, waktu, dugaan pencurian, dan status pelaku sebagai buronan.
Akan lebih mudah jika informasi tersebut dipisahkan.
Polisi menangkap seorang pencuri di Pasar Banjarnegara pada Senin pagi. Pelaku diduga telah mencuri di beberapa toko. Polisi menyebut pelaku sudah lama menjadi buronan.
Pembaca dapat mengikuti informasinya satu per satu.
Inilah inti dari prinsip satu ide per kalimat. Jangan memaksa semua informasi masuk ke dalam satu kalimat.
Gunakan Kalimat Pendek
Prinsip satu ide per kalimat berjalan bersama dengan prinsip lain, yaitu menggunakan kalimat pendek.
Kalimat pendek bukan berarti tulisan harus dibuat seperti potongan-potongan informasi. Yang penting, setiap kalimat memiliki fokus yang jelas.
Contohnya:
Hujan deras mengguyur Banjarnegara sejak Senin malam. Sejumlah sungai meluap. Beberapa warga mulai mengungsi. Petugas melakukan evakuasi di sejumlah lokasi.
Kalimat-kalimat tersebut sederhana. Namun, informasi yang disampaikan tetap lengkap.
Bandingkan dengan kalimat berikut:
Hujan deras yang mengguyur Banjarnegara sejak Senin malam menyebabkan sejumlah sungai meluap sehingga beberapa warga mulai mengungsi dan petugas melakukan evakuasi di sejumlah lokasi.
Informasinya sebenarnya sama. Namun, pembaca harus mengikuti banyak informasi dalam satu tarikan kalimat.
Dalam berita, jangan membuat pembaca kehabisan napas sebelum sampai pada titik.
Paragraf Juga Perlu Ringkas
Bukan hanya kalimat yang perlu diperhatikan. Paragraf berita juga sebaiknya tidak terlalu panjang.
Satu paragraf dapat digunakan untuk menyampaikan satu pokok informasi. Setelah informasi itu selesai, pindah ke paragraf berikutnya.
Misalnya:
Hujan deras mengguyur Banjarnegara sejak Senin malam. Intensitas hujan meningkat pada Selasa pagi.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap. Air mulai menggenangi beberapa rumah warga.
Petugas kemudian melakukan evakuasi. Warga terdampak diarahkan menuju tempat yang lebih aman.
***
Paragraf yang ringkas membuat berita terlihat lebih ringan. Pembaca juga lebih mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan.
Tulis Seperti Sedang Berbicara kepada Pembaca
Bahasa jurnalistik juga tidak harus terdengar seperti tulisan akademis.
Bayangkan Anda sedang menjelaskan sebuah peristiwa kepada pembaca. Sampaikan informasi secara langsung. Gunakan kata-kata yang umum dan mudah dipahami.
Misalnya, kalimat:
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh pihak berwenang, dapat diketahui bahwa fenomena tersebut mengakibatkan terjadinya peningkatan volume air secara signifikan.
Bisa dibuat lebih sederhana:
Petugas mencatat kenaikan volume air yang cukup tinggi.
Pesannya sama. Namun, kalimat kedua lebih langsung.
Menulis berita bukan berarti harus menggunakan kata-kata yang rumit agar terlihat pintar. Justru, semakin sederhana bahasa yang digunakan, semakin mudah pesan diterima pembaca.
Jangan Menulis Seperti Sedang Memberi Kuliah
Tulisan jurnalistik berbeda dari tulisan akademis.
Tulisan akademis sering membutuhkan istilah khusus, penjelasan panjang, dan uraian teoritis. Berita membutuhkan informasi yang cepat dan jelas.
Karena itu, hindari kalimat yang terlalu formal jika ada pilihan kata yang lebih sederhana.
Daripada:
Masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir.
Lebih sederhana:
Warga diminta waspada terhadap kemungkinan banjir.
Lebih pendek. Lebih jelas. Lebih mudah dipahami.
Tanyakan Satu Hal pada Setiap Kalimat
Salah satu cara mudah menerapkan prinsip ini adalah bertanya:
“Apa informasi utama yang ingin saya sampaikan dalam kalimat ini?”
Jika jawabannya lebih dari satu, kemungkinan kalimat tersebut perlu dipecah.
Misalnya Anda ingin menyampaikan bahwa polisi menangkap pelaku, penangkapan terjadi pada pagi hari, dan pelaku merupakan buronan.
Jangan memasukkan semuanya sekaligus.
Tulis:
Polisi menangkap pelaku pada Senin pagi.
Pelaku merupakan buronan dalam kasus pencurian.
Dengan cara ini, pembaca dapat menangkap informasi secara bertahap.
Berita yang Baik Tidak Harus Rumit
Pada akhirnya, menulis berita adalah soal menyampaikan informasi dengan jelas.
Gunakan kalimat yang pendek. Buat paragraf yang ringkas. Pilih kata yang akrab bagi pembaca. Dan yang paling penting, jangan memasukkan terlalu banyak gagasan dalam satu kalimat.
Ingat tiga hal sederhana:
- Satu kalimat, satu ide.
- Satu paragraf, satu fokus.
- Tulis seperti sedang berbicara kepada pembaca.
Dengan prinsip tersebut, berita tidak terasa seperti kuliah akademis. Berita terasa lebih dekat, mengalir, dan yang paling penting, mudah dipahami.
Oleh: Yusep Kurniawan

No comments:
Post a Comment